Banyak opini menyatakan para lulusan perguruan tinggi Indonesia umumnya memiliki ilmu yang bagus namun belum memiliki kemampuan untuk terlibat langsung dalam dunia industri, hal ini di sebabkan minimnya pengetahuan dan pengalaman lapangan selama melakukan studi di kampus. Sehingga (khusus dlm oil industry), sebagian besar mahasiswa maupun para dosen pengajar kurang mengetahui proses apa yg terjadi dan dibutuhkan industri perminyakan. Inilah salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di tingkat pendidikan tinggi.
Faktor penyebabnya apa ???
1. Rasa kurang menghargai dan diminati kemampuan pengadaan produk dan jasa engineering dalam negeri dari para pegawai nasional pelaku bisnis di industri perminyakan. Terlihat dari banyak keputusan engineering sebagian besar menggunakan resource baik material maupun services dari luar negeri disertai perusahaan asing yang tumbuh subur di Indonesia lengkap dengan tenaga asingnya he2.
2. Masih sedikit hubungan kerjasama resmi antara dunia industri dengan institusi perguruan tinggi khususnya dalam hal research dan teknologi. Diperkuat dengan sulitnya mendapat sponsor/ tempat melakukan studi lapangan bagi mahasiswa, kalaupun ada biasanya waktunya singkat. Banyak pula product research dunia istitusi dihasilkan namun tidak diterapkan (terjual dalam dunia industri) sehingga pada akhirnya menjadi karya bersifat statis dengan banyaknya buku pajangan diperpustakaan.
Lalu Bagaimana Solusinya ???
Dari referensi yang saya baca, banyak perusahaan membuat program magang kerja berkesinambungan bagi lulusan baru (fresh graduate) yang diharapkan dapat menciptakan self driven (kemampuan mandiri) dalam mendapatkan lapangan kerja nantinya. Apalagi kenyataanya tuntutan kerja sangat ketat dimana para pegawai staf dibebani sejumlah target dalam waktu yang singkat dibuthkan kerja extra.
Dengan program kerja magang, para peserta magang perlu diciptakan dan ditumbuhkan pola berpikir dalam suasana dunia bisnis perminyakan, peserta secara langsung masuk dalam proses kerja sehari-hari dibimbing oleh tenaga staf internal yang berpengalaman dan memerlukan bantuan jasa engineering. Dengan periode tertentu setelah memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baru peserta dikirim ke lapangan belajar operasi nyata lapangan. Yang perlu diperhatikan adalah perhatian dan bimbingan pegawai staf yang berpengalaman menjadi kunci keberhasilan sebagai transfer skill terhadap peserta magang.
4 Tahap Proses Kerja Magang :
1. Pengenalan dunia industri perminyakan
Tahap perkenalan/ presentasi yang diberikan kepada peserta magang berupa daerah operasi, safety regulation serta operasi-operasi lapangan dan problematikanya.
2. Data Clean-Up
Perkenalan untuk bekerja dalam melihat dan menganalisa data operasi bersifat terbatas, sehingga peserta magang dapat mendalami dan mengetahui alur bisnis perminyakan. Komunikasi langsung dengan orang-orang lapangan penting dan menjadi sumber keabsahan analisa data yang diperoleh.
3. Kerja Lapangan
Peserta magang dikirim ke lapangan untuk terlibat langsung dalam operasi produksi sehari-hari dilapangan.
4. Self driven
Kemampuan mandiri dalam melakukan operasi kerja yang diharapkan bisa menggantikan posisi kerja rutinitas pegawai dikantor.
Cakupan bidang kerja meliputi ; Operasi fasilitas produksi (Kompressor, Separator, gas Scrubber, Generator dll), Process Control System, Well maintenance (Slick Line, SCADA system interfacing (pembuatan program-program kecil) dan validasi data-data produksi dan drilling.
Kegiatan lapangan penting pengaruhnya terhadap pengembangan pola pikir dalam melihat dunia industri perminyakan yang sebenarnya.
Apa Keuntungannya ???
Para peserta magang mendapatkan pengalaman kerja yang setara dengan kebutuhan dunia industri perminyakan sehingga memiliki nilai jual tinggi (SDM yang siap pakai), sedangkan bagi perusahaan membantu para karyawannya dalam menyelesaikan tugas sehari-hari lebih cepat.
Program magang menjadi ajang melatih jiwa kepemimpinandari pegawai staf perusahaan. Secara tidak langsung pola win win dapat menciptakan image perusahaan yang memiliki kepedulian yang tinggi dalam pengembangan SDM. (dikutip dari PAPER IATMI oleh Subardiyana)
Sunday, July 3, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)